Kamis, 26 September 2013

PSIKOLOGI MANAJEMEN

NAMA    : CAECILIA D MARGARETHA
NPM       : 18511655
A. MEMPENGARUHI PERILAKU

1. Defenisi Pengaruh
 
   *  Menurut M. Suyanto (Amikom Yogyakarta)
       Pengaruh merupakan nilai kualitas suatu iklan melalui media tertentu

   * Menurut Albert R. Roberts & Gilbert
      Pengaruh adalah wajah kekuasaan yang diperoleh orang ketika mereka tidak memiliki kewenangan               untuk mengambil keputusan.

   * Uwe Becker
      Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang yang berbeda dengan kekuasaan tidak begitu               terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan.
   
   * Norman Barry
      Pengaruh adalah suatu tipe kekuasaan yang jika seseorang yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara       tertentu, dapat dikatakan terdorong untuk bertindak demikian, sekalipun ancaman sanksi yang terbuka           tidak merupakan motivasi yang mendorongnya.


2. Kunci-kunci perubahan perilaku

    Menurut WHO, perubahan perilaku dibagi 3 bagian, yaitu :
    * Natural change, sebagian perubahan perilaku manusia karena kejadian alamiah.
    * Planned change, perubahan perilaku karena memang direncakan sendiri.
    * Readines to change, kesediaan untuk berubah terhadap hal-hal baru.

3. Bagaimana mempengaruhi orang lain?
    Dalam hal ini ada beberapa keterangan dalam mempengaruhi orang lain :

   a. Logical Argument (logos)
      Pendekatan berdasarkan logical argument merupakan penyampaian ajakan menggunakan argumentasi           sebuah data-data yang ditemukan. Hal ini telah disinggung oleh komponen data.

   b. Psychological Atau Emotional Argument
       Pendekatan berdasarkan psychological atau logical argument merupakan penyampaian pendekatan                ajakan menggunakan efek emosi positif dan negatif.

   c. Argument Based on Credibility (Ethos)
       Teknik pendekatan seperti ini biasanya merupakan ajakan atau arahan yang akan diikuti oleh                        komunikate atau audiens, karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidang                tersebut.


B. KOMUNIKASI

   1. Defenisi komunikasi

     Dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi adalah hal yang sangat terpenting. Komunikasi juga dapat membantu kita untuk lebih mengetahui satu sama lain.
Adapun beberapa defenisi komunikasi menurut beberapa ahli :

  a. Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson, komunikasi adalah proses memahami dan berbagai makna
  b. William I Gordon, komunikasi adalah suatu interaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.
  c. Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss, komunikasi adalah proses pembentukan makna diantara dua orang         atau lebih.
 d. Donald Byker dan Loren J. anderson, komunikasi adalah berbagai informasi dua orang atau lebih.
  e. Mc.Farlen, komunikasi adalah suatu interaksi atau hubungan saling pengertian satu sama lain antar                manusia.
 f. David K. Berlo, komunikasi sebagai instrument dari interaksi sosial berguna untuk mengetahui dan                 memprediksi setiap orang lain, juga untuk mengetahui keberadaan diri sendiri dalam menciptakan                   keseimbangan dalam masyarakat


 2. Dimensi Komunikasi
 a. Komunikasi Sebagai Proses
    Komunikasi dipandang sebagai proses yang dimaksudkan disini ialah suatu kegiatan yang berlagsung             secara dinamis. Proses yang berarti unsur – unsur  yang ada di dalamnya bergerak aktif, dinamis, dan             tidak statis.

 b.Komunikasi Sebagai Simbolik
   Dalam semua konteks komunikasi dimana segala sesuatunya memerlukan dan menggunakan simbol.              Simbol dapat di nyatakan dalam bentuk verbal maupun non verbal, dalam setiap daerah, lingkungan atau        kumpulan tertentu simbol dapat berbeda – beda sesuai dengan tempat dimana digunakanya simbol                tersebut. Karena setiap daerah memaknai simbol tersebut secara berbeda – beda. Meskipun hidup dalam     satu bahasa yang sama (inggris), tetapi kita banyak yang berbeda dalam kerangka budaya (MacNamara       1966).

c.Komunikasi Sebagai Sistem
   Sistem, didefinisikan sebagai suatu aktivitas dimana semua komponen atau unsur yang mendukung saling        berinteraksi satu sama lain dalam menghasilkan saluran (Semprivivo 1982). Dengan kata lain sistem adalah    seperangkat komponen – komponen serta unsur – unsur yang terhubung dan saling bergantung satu sama      lainya serta tidak dapat terpisahkan. Jika salah satu komponen tidak dapat berfungsi secara baik maka         sistem itu secara otomatis tidak dapat berjalan secara normal sebagaimana mestinya, ini berarti semua           komponen selain harus berinteraksi juga harus dapat berfungsi secara optimal sebagaimana mestinya. Jika     dikaitkan dengan proses komunikasi dapat dikatakan bahwa komunikasi adalah suatu sistem yang dimana     tercermin dari unsur – unsur yang mendukungnya sebagai suatu kesatuan antara komunikator, pesan,             media,  komunikan, dan timbal baliknya (feedback). Jadi, sebuah proses komunikasi tidak akan                    berlangsung dengan  baik jika salah satu unsur didalamnya tidak dapat berfungsing dengan baik pula.  Bayangkan jika  komunikator, pesan dan komunikan berfungsi secara baik tetapi dalam prosesnya pesan  yang disampaikan  melalu media (chennel) yang tidak efektif maka tidak akan tersampaikannya pesan  secara baik.

d.Komunikasi Sebagai Aksi
   Komunikasi selalu menggunakan simbol dalam berbagai macam konteksnya, selain itu tidak dapat                  dipungkiri dalam berbagai komunikasi tidak pernah terjadi tanpa aksi, apakah itu diucapkan , ditulis,              maupun dilakukan dalam bentuk isyarat (non verbal), bahkan gerakan dalam bentuk diam pun merupakan      aksi.

e.Komunikasi Sebagai Aktifitas Sosial
   Komunikasi menjadi jembatan dalam menghubungkan antara kepentingan diri manusia sebagai individu          dengan masyarakat disekelilingnya. Karena sudah menjadi sifat yang mendasar pada manusia yakni selalu      berusaha untuk berhubungan dengan sesamanya, upaya ini dilakukan untuk menghilangkan keterasingan        mereka dan juga untuk mengetahui apa yang sedang terjadi diluar dirinya. Apakah itu dilakukan untuk            memenuhi kebutuhan hidupnya, ataukan untuk kepentingan aktualisasi diri dalam membicarakan masalah –    masalah politik, ekonomi, sosial, budaya, seni dan teknologi.

f. Komunikasi Sebagai  Multidimensional
   Terdapat dua tingkatan yang dapat diidentifikasikan dalam perspektif multidimensional ini yakni dimensi isi      dan dimensi hubungan. Kedua dimensi tersebut tidak dapat saling terpisahkan dimana dimensi isi                    menunjukkan pada kata, bahasa, pesan serta informasi yang terkandung didalamnya. Sementara itu                dimensi hubungan merujuk pada bagaimana cara komunikator dalam menyampaikan pesanya kepada            komunikan atau bagaimana peserta komunikasi berinteraksi.






SUMBER :

Minggu, 30 Juni 2013

KAITAN KONSEP MOTIVASI DENGAN ABNORMAL

Nama                    : Caecilia D Margaretha
Kelas                    : 2PA09/18511655


Kaitan abnormalitas dengan :

·                Konsep Motivasi 

            Motivasi suatu istilah yang menunjukkan ke kekuatan yang mendorong dan mengarahkan keberhasilan perilaku yang tetap kearah tujan tertentu. Dalam salah satu hal kaitan abnormalitas motivasi mempunyai arti kata negatif sebagagi contoh : motivasi agresi hampir semua akan setuju bahwa agresi adalah salah satu motif dimana kita harus tahu lebih banyak. Kita menyerang, melukai, dan kadang saling membunuh; kita agresif secara verbal untuk menyakiti atau berusaha menghancurkan reputasi orang lain, dan prang dampaknya selalu terjadi dimana saja—(Montagu dalam Morgan dkk. 1986).


Suatukonsep yang mirip dengan effectance motivation adalahmotivasi intrinsik, dijelaskan sebagai suatu kebutuhan seseorang untuk merasa mampu dan self-determining dalam menghadapi lingkungannya (Deci dalam Morgan dkk. 1986).

            Klinisi memeriksa dalam cakupan area yang luas dengan meminta klien untuk mendiskusikan seberapa besar ia menginginkan perubahan kepribadian atau penanganan tekanan emosional. Dengan beberapa gangguan psikologis, motivasi seorang klien cenderung mengalami penurunan sampai pada taraf ketika ia tidak dapat melakukan tugas-tugas kehidupan dasar sebagai akibat dari proses terapi yang memakan waktu dan tenaga. Beberapa individu secara mengejutkan lebih memilih untuk berada pada kondisi lama mereka yang tidak bahagia daripada mengambil risiko yang tidak pasti dalam menghadapi seperangkat tantangan baru.

·                Stress
            Pengalaman traumatis (traumatic experience) adalah peristiwa yang mendatangkan bencana atau peristiwa yang menyakitkan yang menimbulkan efek psikologis  dan fisiologis yang berat. Peristiwa traumatis mencakup tragedi personal, seperti berada dalam kecelakaan yang serius, menjadi korban kekerasan, atau mengalami peristiwa bencana yang mengancam hidup. Peristiwa normatis dapat terjadi dalam skala yang besar dan dengan segera dapat memengaruhi seseorang; misalnya kebakaran, gempa bumi, kerusuhan, dan perang.
            Beberapa orang kemudian mengembangkan gangguan stres akut (acute disorder) setelah mengalami peristiwa traumatis. Pada kondisi ini, individu mengembangkan perasaan takutnya yang kuat, tidak berdaya, atau kengerian.  Simtom disosiatif mungkin saja muncul, seperti merasa mati rasa, merasa peristiwa tersebut tidak nyata, atau impersonal dan mengalami amnesia dari peristiwa yang telah terjadi. Individu tersebut terus mengalami kembali peristiwa ini dalam gambaran, pikiran, mimpi mereka, serta mengalami kilas balik mengenai peristiwa tersebut.  Mereka dapat melakukan sesuatu yang ekstrem sebagai usaha untuk menghindari dari segala sesuatu yang dapat mengingatkan mereka terhadap peristiwa yang mengerikan tersebut, baik tempat, orang, aktivitas, atau bahkan pikiran, perasaan, atupun percakapan karena dapat menimbulkan stres yang kuat atau perasaan mengalami kembali trauma tersebut. 

            Sering kali merasakan kecemasan yang kuat, mereka merasa kesulitan untuk tidur atau berkonsentrasi. Mereka mudah marah dan sangat waspada, mungkin juga mudah terganggu dengan suara atau gangguan kecil.

            Disamping sifat dasar dari simtom gangguan stres akut, sebagian besar orang dapat dengan mudah kembali berfungsi secara normal dalam hitungan hari atau minggu. Akan tetapi, tidak bagi sebagian lain. Mereka kemudian mengembangkan gangguan stres pasca trauma (post traumatic  stress disorder – PTSD), diagnosis yang diberikan jika simtom tetap ada selama lebih dari satu bulan.


·                Gender
            Dalam kaitan abnormalitas dengan gender memang berperan penting dalam beberapa hal gangguan perilaku. Pria dan wanita mempunyai tingkat kecemasan, emosi, perasaan berbeda dalam faktor internalnya. Disisi lain dalam hal eksternalnya seperti peranan, aktivitas, lingkungan, sosial maupun pengaruh dari luar. 

            Disini akan mengambil contoh : bunuh diri, dalam kondisi kejiwaan bunuh diri merupakan hal diluar dari perilaku normal. Bunuh diri terjadi bagi beberapa orang, depresi sangatlah menyakitkan, sehingga mereka terus memikirkan ide untuk melarikan diri dari siksaan yang mewarnai keseharian mereka. Orang yang sudah berada pada titik ini merasa bahwa mereka kekurangan sumber daya untuk menanggulangi permasalahan mereka. Tidak semua perilaku bunuh diri merupakan panggilan meminta bantuan pada individu yang meyakini bahwa satu-satunya cara mereka dapat memperoleh pertolongan orang lain adalah dengan mengambil tindakan nekat. Bukannya mengambil tindakan tertentu , individu mengkomunikasikan maksud perilaku bunuh diri mereka sejak awal, sehingga mereka dapat diselamatkan. 

            Dalam gangguan perilaku ini (bunuh diri) memegang penting dalam siapakah yang lebih sering atau berpotensi tinggi untuk melakukan bunuh diri? Pria atau wanita? Di Amerika Serikat, sekitar 32.000 orang setiap tahunnya memilih mengakhiri hidup mereka (Minino dkk,2007). Pada umumnya, pria memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk bunuh diri dibanding wanita dengan tingkat rata-rata untuk pria dewasa lima kali leih besar dibanding wanita. Wanita cenderung untuk melakukan usaha bunuh diri,  tetapi mereka tidak melakukan usaha tersebut dengan sepenuhnya seperti pada pria. Pada akhirnya pria lebih sering utnuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggunakan senjata dibandingkan wanita. Ketika ras diperhitungkan, pria kulit putih lebih sering melakukan bunuh diri dibandingkan pria bukan kulit putih. 

            Dalam contoh berikutnya masih dalam kaitan gender dengan abnormalitas, khususnya kali ni gangguan perkembangan pervasif dicirikan dengan adanya impairment yang parah pada beberapa area perkembangan (misalnya interaksi sosial atau keterampilan komunikasi) atau adanya perilaku minat, aktivitas ganjil yang ekstrem. Misalnya dalam contoh kondisi pada gangguan Rett (Rett’s disorder) y9ang terjadi hampir hanya pada wanita, anak tumbuh dan berkembang secara normal hingga 5 bulan pertama kehidupannya; tetapi di antara 5 bulan hingga 4 tahun, terjadi beberapa perubahan yang mengindikasikan kemunduran sistem saraf dan kognitif.

sumber :

Halgin P Richard., Whitbourne  Krauss Susan. 2011. Psikologi Abnormal edisi 6, buku2 . Jakarta : Salemba Humanika.


Senin, 10 Juni 2013

Kepribadian sehat menurut Carl Rogers

Apa itu kepribadian sehat?

Self adalah apa yang manusia rasakan didalam dirinya. Didalam self terdapat 2 bagian yaitu, ideal self dan relity self. Ideal self adalah diri yang diharapkan individu, sedangkan reality self adalah kenyataan yang ada pada diri individual keadaan apa adanya pada diri individu. Kesulitan akan timbul bila tidak terjadi ketidaksesuaian antara persepsi tentang diri dengan ideal selfnya (kesenjangan antara harapan dan realita). Individual yang sehat adalah individu yang jarak reality self dan ideal self tidak terlalu jauh.

Perkembangan Kepribadian Rogers

Konsep kepribadian sehat yang diberikan Rogers, merupakan konsep diri sendiri atau "self concept" yang muncul dari dalam diri pribadi manusia itu sendiri.Individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah- masalah psikisnya. 

Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman - pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar.


" Peranan Positive Regard dalam Pembentukan Kepribadian Individu"

 Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan dan cinta dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard, yang terbagi lagi menjadi dua bagian yaitu conditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).
Sebagai contohnya, seorang anak yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtuanya dan  selalu ingin dipuji atas prestasi anak tersebut di sekolahnya.

"Ciri-Ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya"

Lima sifat khas manusia yang berfungsi sepenuhnya diantaranya adalah :
a. Keterbukaan pada Pengalaman
Orang yang terbuka dan dapat menerima pengalaman yang baik maupun yang kurang baik secara fleksibel dalam dirinya dapat timbul persepsi yang baru. Dengan demikiam dia akan mengalamibanyak emosi.  

b. Kehidupan Ekstensial
Orang yang meiliki kehidup[an yang ekstensial adalah orang yang terbuka terhadap pengalamannya, sehingga ia dapat menerima pengalaman-pengalaman sbagai sesuatu yang baru dalam hidupnya dan dijadikan pelajaran dalam menjalani hidup ke depannya, dan juga selalu berubah-ubah dan cenderung menyesuaikan diri sebagai respons atas pengalaman selanjutnya. 

c. Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri
Pengalaman akan menjadi hidup ketika seseorang membuka diri terhadap pengalaman itu sendiri. Dengan begitu ia akan bertingkah laku menurut apa yang dirasanya benar (timbul seketika dan intuitif) sehingga ia dapat mempertimbangkan setiap segi dari suatu situasi dengan sangat baik. 

d. Perasaan Bebas 
Orang yang sehat secara psikologis dapat membuat suatu pilihan tanpa adanya paksaan -paksaan atau rintangan -rintangan antara alternatif pikiran dan tindakan. Orang yang bebas memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya sendiri, tidak pada peristiwa di masa lampau sehingga ia dapat meilhat sangat banyak pilihan dalam kehidupannya dan merasa mampu melakukan apa saja yang ingin dilakukannya.

e. Kreativitas 
Keterbukaan diri terhadap pengalaman dan kepercayaan kepada organisme mereka sendiri akan mendorong seseorang untuk memiliki kreativitas dengan ciri -ciri bertingkah laku spontan, tidak defensif, berubah, bertumbuh, dan berkembang sebagai respons atas stimulus-stimulus kehidupan yang beraneka ragam di sekitarnya.
Kelemahan atau kekurangan pandangan Rogers terletak pada perhatiannya yang semata -mata melihat kehidupan diri sendiri dan bukan pada bantuan untuk pertumbuhan serta perkembangan orang lain. Rogers berpandangan bahwa orang yang berfungsi sepenuhnya tampaknya merupakan pusat dari dunia, bukan seorang partisipan yang berinteraksi dan bertanggung jawab di dalamnya.



Minggu, 28 April 2013

Konsep Manusia dari aliran psikoanalisa, behavioristik, humanistik


Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis.
Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi
Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
1. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
2. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
3. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam
konteks orang lain.
4. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
5. Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai,
dan memiliki kreativitas.
Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu, walaupun dalam penelitian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagianbagian dari jiwa manusia, namun dalam penyimpulanya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. Selain itu manusia juga harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan dan dari sudut kemanusiaanya itu sendiri. Karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang tidak dimasuki oleh aliran behaviorisme dan psikoanalisis, seperti cinta, kreatifitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna, kebencian, agresivitas, kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya. Pandangan ini disebut pandangan humanistik.

Menurut Psikoanalisis sisi yang sakit atau pincang dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada tingkah laku yang neurotis dan psikotis. Freud dan orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.

.Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme ( menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.

Konsep Manusia dari aliran psikoanalisa, behavioristik, humanistik


Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis.
Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi
Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
1. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
2. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
3. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam
konteks orang lain.
4. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
5. Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai,
dan memiliki kreativitas.
Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu, walaupun dalam penelitian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagianbagian dari jiwa manusia, namun dalam penyimpulanya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. Selain itu manusia juga harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan dan dari sudut kemanusiaanya itu sendiri. Karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang tidak dimasuki oleh aliran behaviorisme dan psikoanalisis, seperti cinta, kreatifitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna, kebencian, agresivitas, kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya. Pandangan ini disebut pandangan humanistik.

Menurut Psikoanalisis sisi yang sakit atau pincang dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada tingkah laku yang neurotis dan psikotis. Freud dan orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.

.Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme ( menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.

Konsep Manusia dari aliran psikoanalisa, behavioristik, humanistik


Humanistik adalah aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis.
Permasalah ini dirangkum dalam lima postulat Psikologi
Humanistik dari James Bugental (1964), sebagai berikut:
1. Manusia tidak bisa direduksi menjadi komponen-komponen.
2. Manusia memiliki konteks yang unik di dalam dirinya.
3. Kesadaran manusia menyertakan kesadaran akan diri dalam
konteks orang lain.
4. Manusia mempunyai pilihan-pilihan dan tanggung jawab.
5. Manusia bersifat intensional, mereka mencari makna, nilai,
dan memiliki kreativitas.
Humanistik mengatakan bahwa manusia adalah suatu ketunggalan yang mengalami, menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta punya harga diri. Karena itu, walaupun dalam penelitian boleh saja dilakukan analisis rinci mengenai bagianbagian dari jiwa manusia, namun dalam penyimpulanya, manusia harus dikembalikan dalam kesatuan yang utuh. Pandangan seperti ini adalah pandangan yang holistik. Selain itu manusia juga harus dipandang dengan penghargaan yang tinggi terhadap harga dirinya, perkembangan pribadinya, perbedaan-perbedaan dan dari sudut kemanusiaanya itu sendiri. Karena itu psikologi harus memasuki topik-topik yang tidak dimasuki oleh aliran behaviorisme dan psikoanalisis, seperti cinta, kreatifitas, pertumbuhan, aktualisasi diri, kebutuhan, rasa humor, makna, kebencian, agresivitas, kemandirian, tanggung jawab dan sebagainya. Pandangan ini disebut pandangan humanistik.

Menurut Psikoanalisis sisi yang sakit atau pincang dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada tingkah laku yang neurotis dan psikotis. Freud dan orang-orang yang mengikuti ajaran-ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kepribadian yang sehat yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.

.Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme ( menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.

Rabu, 17 April 2013

Konsep dari aliran PSIKOANALISA, BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK


A. Psikoanalis

Aliran psikoanalis secara tegas memperhatikan struktur jiwa manusia, pendiri aliran ini adalah Sigmund Freud. Fokus aliran ini adalah totalitas kepribadian manusia bukan pada bagian-bagiannya yang terpisah. Menurut aliran ini, perilaku manusia dianggap sebagai hasil interaksi sub sistim dalam kepribadian manusia yaitu :
  1. Id  yaitu bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia merupakan pusat insting yang bergerak berdasarkan prinsip kesenangan dan cenderung memenuhi kebutuhannya .Bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani yang terdiri dari dua bagian: i). libido - insting reproduktif penyediaan energi dasar untuk kegiatan – kegiatan kosntrukstif. ii). thanatos–insting destruktif dan agresif
  2. Ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Egolah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewaninya dan hidup sebagai wujud rasional. Ia bergerak berdasarkan prinsip realitas
  3. Super ego yaitu unsur yang menjadi polisi kepribadian, mewakili sesuatu yang normatif atau ideal super ego disebut juga sebgai hati nurani,merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan kultur masyarakat. Super ego memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang tidak berlainan dibawah alam sadar.


B. Behaviorisme 

Aliran behaviorisme lahir sebagai reaksi aliran instropeksionisme ( menganalisa jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif ) dan juga aliran psikoanalisis (berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behaviorisme hanya menganalisa perilaku yang nampak saja yang dapat diukur dilukiskan dan diramalkan Teori dari aliran ini dikenal dengan teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar.
Behaviorisme mempersoalkan bagaimana perilaku manusia dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Walaupun demikian asumsi yang digunakan oleh aliran behaviorisme aliran ini banyak menentukan perkembangan psikologi.

Salah satu yang sering muncul dalam literatur psikologi adalah tentang teori “tabula rasa” sebagai kelanjutan pendapat Aristoteles yang secara garis besar menganalogikan manusia ( bayi ) sebagai kertas putih dan menjadikan hitam atau menjadikan berwarna lain adalah pengalaman atau hasil interaksi dengan lingkungannya. Teori pelaziman klasik, teori pelaziman operan dan social learning theory juga merupakan produk dari aliran ini

Teori pelaziman klasik

Teori Pelaziman Operant

Teori Social Learning Theori

C. Psikologi Humanistik

Lahir sebagai revolusi ketiga atau dikatakan sebagai mazhab ketiga psikologi. Psikologi humanistik melengkapi aspek-aspek dasar dari aliran psikoanalisis dan behaviorisme dengan memasukan aspek positif Byang menentukan seperti cinta , kreativitas , nilai makna dan pertumbuhan pribadi. Psikologi Humanistik banyak mengambil penganut Psikoanalisis Neofreudian. Asumsi dasar aliran ini yang membedakan dengan aliran lain adalah perhatian pada makna kehidupan bahwa manusia bukanlah sekedar pelakon tetapi pencari makna kehidupan

Selanjutnya konsep yang menjadikan teori aliran psikologi humanistik tiada duanya adalah konsep dari tokoh aliran ini yaitu Abraham Maslow yang menyatakan “studi tentang orang-orang yang mengaktualisasikan dirinya mutlak menjadi fondasi bagi sebuah ilmu psokologis yang lebih semesta( Frank Goble,1993,34 )